 |
SEPUTAR MRII-BERLIN oleh Poppy Permadi
Para Pembaca REIN yang terkasih, kami ucapkan selamat berjumpa kembali di edisi REIN yang ke-14. Tak terasa dalam beberapa minggu lagi kita akan mengakhiri tahun 2008 ini, padahal sepertinya baru saja beberapa bulan lalu kita merayakan kedatangan Tahun Baru 2008. Bertepatan dengan penutupan tahun ini, kami juga ingin mengajak Saudara/i sekalian untuk mengkilas kembali acara-acara dan event yang telah terjadi sejak edisi REIN yang terakhir.
Pada tanggal 18 Mei lalu MRII-Berlin merayakan hari jadinya yang ke-9. Kami sungguh bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan yang tak berkesudahan dari hari pertama dibentuknya MRII-Berlin sampai pada detik ini. Terpujilah nama Tuhan, yang melalui firman-Nya kita dilayakkan untuk memperoleh kehidupan kekal dan yang tak pernah meninggalkan jemaat-Nya. Semoga melalui kebersamaan kita di dalam MRII-Berlin ini, kita boleh terus menjadi saluran berkat dan biarlah hidup kita boleh mencerminkan kasih Kristus untuk sesama kita. Hampir semua orang tidak menyukai perpisahan, karena kata benda tersebut cenderung dihubungkan dengan kehilangan atau lenyapnya sesuatu hal yang berharga. Tetapi dalam hal ini bukanlah demikian adanya, karena dalam konteks ini perpisahan yang dimaksud hanya terbatas pada perbedaan tempat dan waktu saja. Kami sedih karena pada akhir bulan September lalu, saudari kami Charley Sie (Cia Cia) kembali ke Indonesia, tetapi kami juga bersyukur, karena Tuhan telah memberikan waktu, dimana kami boleh bersekutu dan melayani bersama-sama. Kami berdoa, kiranya Tuhan menyertai, juga kiranya Charley terus bertumbuh di dalam iman dan pelayanan dimana pun dia ditempatkan.
Kami percaya sepenuhnya, bahwa keberadaan kami di Jerman ini bukanlah karena kebetulan atau karena keinginan kami semata, melainkan hanya karena rencana Dia. Kami sungguh bersyukur, jikalau Tuhan telah menempatkan kami di suatu negara yang kaya akan sejarah, budaya dan berbagai bidang ilmu pengetahuan yang juga Tuhan telah berikan untuk kami pelajari. Khususnya sebagai sebuah jemaat yang tergabung di dalam gerakan Reformed – Injili, Jerman adalah negara yang penting, karena disinilah (khususnya di kota Wittenberg). Dr. Martin Luther mencetuskan reformasi pada tahun 1517. Dalam rangka peringatan hari reformasi gereja pada tahun ini, MRII-Berlin diundang oleh jemaat Martin-Luther untuk kebaktian bersama yang berlangsung pada tanggal 2 November lalu.
Semoga kita semua sebagai anak-anak Tuhan juga terus mengintrospeksi dan mereformasi pribadi kita masing-masing, sehingga kita makin serupa dengan Kristus. sampai pada hari nanti kita bertemu muka dengan muka dengan Dia.
Bulan Nopember belum berakhir pada saat artikel ini ditulis, tetapi turunnya salju yang lebih awal di musim dingin kali ini sungguh memperkuat suasana Natal yang akan kita rayakan kedatangannya melalui kebaktian bersama pada tanggal 7 Desember dan akan dipimpin oleh Pdt.Billy Kristanto, dengan tema: „Ia Adalah Cahaya Kemuliaan Allah” (Ibrani1:3). Di samping itu, di ke-4 minggu Advent kami juga diberi kesempatan untuk kembali melayani melalui caroling di basar Natal (Weihnachtsmarkt) Gneisenaustrasse dan di panti werda Elisabeth Berlin Pankow. Semoga melalui pelayanan ini Kabar Baik bisa diberitakan dan kiranya menjadi berkat, baik untuk para pendengar maupun kami sendiri.Kami berharap, artikel ini dapat menyegarkan ingatan kita semua dan memberi semangat baru untuk terus mereformasi diri kita di hadapan-Nya.
Soli Deo Gloria! |
 |